UAS Ekonomi Manajerial

 Nama : Sheila Salsavabella

NIM : 01221073

Prodi : Manajemen / A / Semester 3

UAS EKONOMI MANAJERIAL

SOAL

1. Perusaan penghasil makanan ringan yang menjual hasil produknya di Denpasar perusahaan tsb, menghadapi fungsi sbb :

Q1 = 120 - 10P1

Q2 = 120 - 10P2

Dimana fungsi TC = 90 + 2(Q1 + Q2) ditanya

a. Berapa jumlah Q yang dijual di masing - masing pasar

b. Pada harga berapa agar keuntungan dan pendapatan maksimal jika menetapkan diskriminasi harga tingkat 3.

c. Berapakah TR dan berapa keuntungannya.

d. Jika tidak menetapkan diskriminasi harga, berapa beda pendapatan dan

keuntungannya

2. Jika fungsi TC menjadi TC = 20 + 4(Q1 + Q2), hitunglah a sd d pada soal nomor 1

3.

PROYEK A PROYEK B

Probabilitas Arus Kas Probabilitas Arus Kas

0,30 4.000 0,30 3.000

0,40 5.000 0,40 5.000

0,30 6.000 0,30 7.000


Ditanya:

a. Hitunglah Standar Deviasi dari kedua proyek tsb.

b. Proyek mana yang akan diambil

4. Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi dengan biaya Rp. 1.000.000. Selama investasi diperkirakan tingkat pengembalian adalah 700.000 selama 4 tahun. Jika tingkat diskon yang disesuaikan sebesar 15%

a. Apa yang harus diputuskan oleh perusahaan tersebut (hitung NPV)

b. Jika perusahaan menganggap nilai yang sepadan adalah Rp. 500.000 untuk tingkat pengembalian yang berisiko Rp. 100.000. Berapakah nilai bersih dari proyek tersebut

5. Hitunglah IRR dari soal no. 3 

6. Fungsi permintaan

Q = 100 – P

TC = 70 + 2Q

Hitung

a. Q Max

b. TR Max

c. Π max.

d. Q jika Π = 85

7. Jelaskan tentang struktur pasar dan praktek penentuan harga

JAWAB:

1. JAWABAN

Q1 = 120 – 10P1 => P1 = 12 – 0,1 Q1

Q2 = 120 – 20P2 => P2 = 6 – 0,05 Q2


TR = P.Q => TR1 = P1.Q1

= (12 – 0,1 Q1)(Q1)

= 12 Q1 – 0,1Q2


=> TR2 = P1.Q1

= (6 – 0,05 Q2)(Q2)

= 6 Q2 - 0,05 Q2


TC = 90 + 2 (Q1 + Q2)

Π = TR1 + TR2 – TC

= (12 Q1 – 0,1 Q2) + (6 Q2 – 0,05Q2) – (90 +2(Q1 + Q2))

dΠ/dQ1 = 12 – 0,2Q1 – 2 = 0

0,2Q1 = 12 – 2 

Q1 = 10/0,2

= 50


dΠ/dQ2 = 6 – 0,1Q1 – 2 = 0

0,1Q2 = 6 – 2

Q1 = 4/0,1

= 40

d2Π1/dQ1 = - 0,2 < 0,max

d2Π2/dQ2 = - 0,1 < 0,max

Perusahaan menjual pada Q1 = 50 dan Q2 = 40

P1 = 12 – 0,1 Q1 => Q1 = 50

= 12 – 5

= 7

P2 = 6 – 0,05 Q2 => Q2 = 40

= 6 – 2

= 4

Π = 12 Q1 – 0,1 Q12 + 6 Q2 – 0,05 Q22 – 90 - 2 Q1 - 2 Q1 - 2 Q2 

= 240


Perusahaan menjual pada harga pasar P1 = 7 dan P2 = 4

Keuntungan : 240


Jika tidak terjadi diskriminasi harga :

Q = Q1 + Q2 

Q = 120 – 10P +120 – 120P

Q = 240 – 30P

P = 8 – 0,0333Q


TR = P*Q

= (8 – 0,333Q)(Q)

= 8Q – 0,0333Q2


Π = TR – TC

= 8Q – 0,0333Q2 – 90 – 2Q


dΠ/dQ = 8 – 0,0333Q – 2 

0,0667Q = 6 

Q = 90


d2Π/dQ = - 0,0667 < 0 => max

Q max pada saat Q = 90


P = 8 – 0,0333Q

= 5


Π = 8Q – 0,0333Q2 – 90 – 2Q

= 720 – 269,73 – 90 – 180 

= 180 


2. JAWABAN

Q1 = 120 – 10P1 => P1 = 12 – 0,1 Q1

Q2 = 120 – 20P2 => P2 = 6 – 0,05 Q2


TR = P.Q => TR1 = P1.Q1

= (12 – 0,1 Q1)(Q1)

= 12 Q1 – 0,1Q2


=> TR2 = P1.Q1

= (6 – 0,05 Q2)(Q2)

= 6 Q2 - 0,05 Q2


TC = 90 + 4 (Q1 + Q2)

Π = TR1 + TR2 – TC

= (12 Q1 – 0,1 Q2) + (6 Q2 – 0,05Q2) – (90 +4(Q1 + Q2))

= 12 Q1 – 0,1 Q2 + 6 Q2 – 0,05Q2 – 90 +4Q1 + 4Q2


dΠ/dQ1 = 12 – 0,2Q1 – 4 = 0

0,2Q1 = 12 – 4 

Q1 = 8/0,2

= 40


dΠ/dQ2 = 6 – 0,1Q1 – 4 = 0

0,1Q2 = 6 – 4

Q1 = 2/0,1

= 20

d2Π1/dQ1 = - 0,2 < 0,max

d2Π2/dQ2 = - 0,1 < 0,max


Perusahaan menjual pada Q1 = 40 dan Q2 = 20

P1 = 12 – 0,1 Q1 => Q1 = 40

= 12 – 4

= 8

P2 = 6 – 0,05 Q2 => Q2 = 20

= 6 – 1

= 5

Π = 12 Q1 – 0,1 Q12 + 6 Q2 – 0,05 Q22 – 90 - 2Q1 - 2 Q2  

= 210


Perusahaan menjual pada harga pasar P1 = 8 dan P2 = 5

Keuntungan : 210


Jika tidak terjadi diskriminasi harga :

Q = Q1 + Q2 

Q = 120 – 10P +120 – 120P

Q = 240 – 30P

P = 8 – 0,0333Q


TR = P*Q

= (8 – 0,333Q)(Q)

= 8Q – 0,0333Q2


Π = TR – TC

= 8Q – 0,0333Q2 – 90 – 4Q


dΠ/dQ = 8 – 0,0333Q – 4

0,0667Q = 4 

Q = 60


d2Π/dQ = - 0,0667 < 0 => max

Q max pada saat Q = 60


P = 8 – 0,0333Q

= 5


Π = 8Q – 0,0333Q2 – 90 – 4Q

= 480 – 119,88 – 90 – 240 

= 30

3. JAWABAN

Proyek A

Probabilitas Arus Kas Nilai yang diperkirakan Deviasi Deviasi2 Probabilitas (P1) Deviasi2 x Probabilitas

0,30 4.000 1.200 - 1.000 1.000.000 0,30 300.000

0,40 5.000 2.000 0 0 0,40 0

0,30 6.000 1.800 1.000 1.000.000 0,30 300.000

5.000 Varian σ2 600.000

Deviasi Standart σ = V 

σ2 V600.000

-774,59


Proyek B

Probabilitas Arus Kas Nilai yang diperkirakan Deviasi Deviasi2 Probabilitas (P1) Deviasi2 x Probabilitas

0,30 3.000 900 - 2.000 4.000.000 0,30 1.200.000

0,40 5.000 2.000 0 0 0,40 0

0,30 7.000 2.100 2.000 4.000.000 0,30 1.200.000

5.000 Varian σ2 2.400.000

Deviasi Standart σ = V

σ2 V2.400.000

= 1.549,9


Dapat disimpulkan bahwa dari kedua proyek tersebut, proyek B lebih beresiko dibandingkan proyek A, maka dipilih proyek A.


4. JAWABAN

a. NPV = t=1Σ4Rt/(1+k)t – Co

= 700.000/(1+0,15)4 – 1.000.000

= 700.000(2,8550) – 1.000.000

= 1.998.500 – 1.000.000

= 998.500

b. Jika nilai yang sepadan adalah 500.000

a = 500.000/700.000

= 0,7


NPV = t=1Σ4Rt/(1+k)t – Co

= (0,7)700.000/(1+0,15)4 – 1.000.000

= 490.000(2,8550) – 1.000.000

= 1.398.950 – 1.000.000

= 398.950


5. JAWABAN

NPV coba-coba dengan diskon rate 28%

NPV    = t=1Σ4Rt/(1+k)t – Co

= 700.000/(1+0,28)4 – 1.000.000

= 700.000(2,2410) – 1.000.000

= 1.568.700 – 1.000.000

= 568.700


r = P1 – C1 (P2 – P1 / C2 – C1) => P = Diskon rate c = NPV

= 15 – 998.500 (13/- 429.800)

= 15 – 998.500 (- 0,000030)

= 15 + 30,20

= 45,20%

6. JAWABAN

Q = 100 – P => P = 100 – Q

a. Q max

TR = P.Q => TR = P.Q

= (100 – Q)(Q)

= 100Q – Q2

TR max pada saat TR = 0

TR = 100Q - Q2 

dTR/dQ = 100 – 2Q = 0

2Q = 100

Q = 100/2

Q max = 50


b. TR max

TR = 100Q - Q2

= 2.500


c. Π max

dΠ/dQ = 100Q - Q2 – 70 – 2Q

= 98 – 2Q = 0

2Q = 98

Q = 49

Π max = TR – TC

= 100Q - Q2 – (70 + 2Q)

= 100(49) – (49)2 – 70 - 2(49)

= 2.331


d. Q jika Π = 85

Π = 85 = 100Q - Q2 – 70 – 2Q

= 98Q – Q2 – 70 - 85

= 98 – 2Q - 5

2Q = 93

Q = 46,5


7. JAWABAN

Struktur pasar:

Struktur pasar adalah informasi tentang perilaku usaha dan kinerja pasar yang dijelaskan melalui keadaan pasar. Jenis struktur pasar dapat diketahui melalui konsentrasi pasar. Struktur pasar umumnya dibedakan menjadi struktur pasar persaingan sempurna dan struktur pasar persaingan tidak sempurna.Struktur Pasar memiliki pengertian penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri. Dalam buku Case & Fair (2008), bentuk struktur pasar dapat dikelompokkan dalam empat jenis. Berikut adalah penjelasannya beserta jenis-jenis yang lain:

1. Pasar Persaingan Sempurna: Jenis pasar persaingan sempurna diperuntukkan pada persaingan yang berada di level paling besar. Maksudnya, dikatakan sempurna karena di dalam pasar penjual sama-sama menjual barang sejenis dan tidak ada persaingan harga di dalamnya. Selain itu para penjual dapat bebas keluar masuk pasar karena tidak adanya penghalang. Harga pasar murni ditentukan oleh mekanisme pasar atau tingkat permintaan dan penawaran. Contoh pasar persaingan sempurna adalah perusahaan beras.

2. Pasar Monopoli: Berkebalikan dengan persaingan sempurna, pasar monopoli hanya terdapat satu penjual saja untuk jenis barang tertentu. Jadi dapat dipahami bila produsen tersebut akan memperoleh laba melebihi normal karena adanya hambatan masuk ke dalam pasar dan sekaligus sebagai price maker. Bayangkan sebuah perusahaan individu yang memiliki kontrol atas segalanya, dari kuota hingga harga, itulah kekuatan mereka yang masuk dalam pasar monopoli. Contohnya seperti listrik yang dikelola PT PLN (Persero).

3. Pasar Monopolistik: Jenis pasar ini mengumpulkan banyak penjual yang menghasilkan atau menjual produk yang berbeda-beda, yang membuat posisinya berada di antara pasar persaingan sempurna dan monopoli. Ciri dari pasar ini adalah tidak adanya homogenitas produk serta kebebasan bagi perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke dalam pasar. Contoh dari jenis pasar ini adalah restoran makanan cepat saji (fast food) ayam goreng seperti KFC, McDonalds, dan lain sebagainya.

4. Pasar Oligopoli: Pasar oligopsoni didominasi oleh sejumlah kecil perusahaan  yang saling bersaing. Masing-masing pemain di pasar oligopoli memiliki kekuatan yang cukup besar untuk mempengaruhi harga pasar. Biasanya terdapat beberapa perusahaan raksasa yang menguasai 70 hingga 80 persen dari seluruh produksi. Contoh dari pasar oligopoli adalah industri smartphone.

5. Pasar Monopsoni: Apabila pasar monopoli hanya memiliki satu penjual saja, maka pasar monopsoni hanya memiliki pembeli tunggal saja yaitu pelaku usaha yang secara otomatis menguasai pasar komoditas yang dibeli. Contoh dari pasar ini adalah pasar sayuran pada suatu daerah terpencil.

6. Pasar Oligopsoni: Jenis pasar yang terakhir ini memiliki dua atau lebih pembeli (umumnya pelaku usaha) yang menguasai pasar dalam hal penerimaan barang, atau berperan sebagai pembeli tunggal atas produksi suatu pasar komoditas. Umumnya yang dibeli adalah bahan mentah lalu menjualnya kembali kepada konsumen akhir. Disini pembeli memiliki peran yang besar dalam penentuan harga barang di pasar. Contoh dari pasar oligopsoni adalah pasar wortel atau cabai dari petani desa dan dijual ke kota

Praktek penentuan harga

Penetapan harga adalah suatu proses untuk menentukan seberapa besar pendapatan yang akan diperoleh atau diterima oleh perusahan dari produk atau jasa yang di hasilkan. Salah satu keputusan tersulit yang dihadapi oleh perusahaan adalah mengenai penetapan harga. Peranan penetapan harga akan menjadi sangat penting terutama pada keadaan persaingan yang semakin tajam dan perkembangan permintaan yang terbatas. Peranan harga sangat penting terutama untuk menjaga dan meningkatkan posisi perusahaan di pasar, disamping untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan perusahaan. Kesalahan dalam penentuan harga akan berdampak langsung pada penerimaan pasar terhadap produk Anda. Produk yang tidak atau kurang diterima oleh pasar akan membuat penjualan tidak berjalan dengan baik, dan ini bukanlah kondisi yang diinginkan oleh siapapun.


Komentar